SIGERMEDIA – Hari Obesitas Sedunia, Mengatasi Obesitas Tak Cukup Ubah Pola Makan dan Olahraga. Obesitas di Indonesia semakin merajalela.
Data terbaru dari Riskedas 2018 menunjukkan bahwa lebih dari dua kali lipat orang dewasa mengalami obesitas dari tahun 2007 hingga 2018.
Bahkan, satu dari lima orang di Indonesia menderita obesitas, sementara tiga dari satu orang lainnya mengalami overweight atau kelebihan berat badan.
Dampaknya tidak hanya terasa secara fisik, tetapi juga secara mental. Dokter Gaga Irawan Nugraha dari Hosbi mengungkapkan bahwa obesitas dapat menyebabkan berbagai komplikasi, mulai dari sakit lutut hingga masalah tidur yang mengganggu.
Selain itu, tekanan darah tinggi, kenaikan gula darah, dan kolesterol tinggi juga merupakan risiko yang meningkat akibat obesitas.
Masalah psikologis seperti kurang percaya diri juga sering muncul pada orang dengan kelebihan berat badan.
Untuk mengatasi obesitas, tidak hanya perlu mengubah pola makan dengan menghindari makanan berindeks glikemik tinggi, tetapi juga meningkatkan aktivitas fisik.
Namun, menurut Dr. Gaga, faktor lain seperti kerja otak, hormon usus, dan peran jaringan lemak juga perlu diperhatikan dalam penanganan obesitas.
Lingkungan juga memiliki peran penting dalam keberhasilan penurunan berat badan. Dengan pemahaman yang lebih mendalam tentang faktor-faktor tersebut, penanganan obesitas dapat dilakukan dengan lebih efektif.
Menyambut Hari Obesitas Sedunia pada 4 Maret, penting bagi kita untuk memahami cara-cara yang sehat dan efektif dalam menurunkan berat badan.
Jangan biarkan obesitas mengendalikan hidup Anda, mulailah langkah-langkah kecil untuk meraih kesehatan yang lebih baik.