SIGERMEDIA.COM – Gunung Merapi kembali mengeluarkan guguran lava pijar pada hari ini, Rabu (10/3), mengutip dari kompas.com.
Berdasarkan laporan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), guguran lava berlangsung dalam periode pengamatan dari 00.00 WIB sampai 06.00 WIB.
Baca Juga : Nurhadi Mantan Sekretaris MA dan Menantunya Jalani Sidang Kasus Dugaan Suap Hari ini
Kepala BPPTKG, Hanik Humaida, mengatakan dalam laporan tertulisnya, “Teramati 25 kali guguran lava pijar di Gunung Merapi,” katanya.
Baca Juga : Menkeu Sri Mulyani Himbau Untuk Segera Lapor SPT Melalui E-Filling Secepatnya
Melansir dari kompas.com, sejumlah lava pijar itu meluncur hingga 1.300 meter ke arah barat daya. Selama periode pengamatan itu juga terjadi 37 kali gempa guguran dan empat kali gempa embusan di Gunung Merapi.
Baca Juga : Peringati Hari Musik Nasional, Berikut Pilihan Lagu Terbaru
Saat ini aktivitas Gunung Merapi masih berada pada status Siaga (level III) sejak 5 November 2020 lalu.
Baca Juga : Menteri Agama, Gus Yaqut: Ini Adalah Kementerian Semua Agama, Bukan Agama Islam Saja
Terdapat sejumlah rekomendasi BPPTKG terkait kondisi Gunung Merapi adalah sebagai berikut:
1. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 kilometer. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi erupsi eksplosif dapat menjangkau radius 3 kilometer dari puncak.
Baca Juga : Konsumsi Telur Setengah Matang, Bermanfaat Atau Justru Berbahaya?
2. Masyarakat diimbau agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.
3. Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.
4. Penambangan di alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi dalam KRB III direkomendasikan untuk dihentikan.
5. Pelaku wisata direkomendasikan tidak melakukan kegiatan pada daerah potensi bahaya dan bukaan kawah sejauh 5 kilometer dari puncak Gunung Merapi.
6. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali.
Kontributor – Khoirrotun Nissa
Editor – Devi Ari