SIGERMEDIA.COM – Menteri agama, Yaqut Cholil Qoumas menegaskan bahwa pemerintah tidak akan berikan dispensasi mudik bagi para santri dalam kebijakan mudik tahun ini. Menurutnya, pergerakan jutaan santri akan sangat rawan memunculkan klaster baru penularan virus.
“Pergerakan jutaan santri ke berbagai daerah dalam waktu hampir bersamaan sangat rawan memunculkan klaster-klaster baru penularan virus. Bahaya lebih besar pun mengancam jika sampai rumah, virus itu turut memapar para anggota keluarganya. Bahaya yang sama juga bakal terjadi pada arus balik, potensi penularan virus pada Kiai dan Ibu Nyai.” Ujar Yaqut.
Baca Juga: Mudik Dilarang, Ma’ruf Amin Respon Permintaan Pesantren Agar Diberi Dispensasi Kepada Santri
Yaqut mengakui bahwa kebijakan peniadaan mudik tersebut tidak mudah diterima kalangan santri pondok pesantren. Namun ia berharap agar dapat memahami aturan tersebut demi kebaikan bersama.
“Untuk itu, kami meminta dengan sangat hormat kepada para pengasuh, santri maupun orangtua santri untuk dapat memahami aturan ini demi menjaga keselamatan jiwa kita bersama dari ancaman paparan virus Covid-19.” Tegas Yaqut, dalam keterangan tertulisnya, pada Rabu (28/4/2021).
Menurutnya, potensi penularan Covid-19 pada saat menjelang lebaran dan lebaran sangat tinggi. Maka untuk mengantisipasi hal tersebut pemerintah berusaha membuat kebijakan dengan cara melakukan pengetatan maupun pelarangan bagi pelaku perjalanan.