Perusahaan pertambangan dan hilirisasi nikel milik Grup Harita, PT Trimegah Bangun Persada Tbk, resmi mencatatkan saham perdana atau IPO di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, pada Rabu ini. Saham NCKL dibuka stagnan di posisi Rp1.250 dari harga penawaran Rp1.250 per lembar saham.
NCKL menawarkan sebanyak 7,99 miliar saham dengan nominal Rp100 per saham atau setara 12,67 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan setelah IPO. NCKL menetapkan harga final sebesar Rp1.250 per saham, sehingga perseroan berhasil memperoleh tambahan modal senilai Rp9,99 triliun dalam aksi korporasi ini.
Presiden Direktur NCKL, Roy A Arfandy, menyampaikan bahwa IPO perseroan mendapatkan respons positif dari pasar. Selama masa penawaran umum dari 5 hingga 10 April 2023, saham NCKL mengalami kelebihan permintaan atau oversubscribed. Terjadinya oversubscribed merupakan wujud nyata kepercayaan yang diberikan oleh investor terhadap prospek cerah industri pengolahan nikel yang dikelola oleh perseroan.
Dana hasil IPO sebesar 50,4 persen akan digunakan NCKL untuk keperluan entitas anak dan entitas asosiasi yang akan disalurkan melalui modal dan pinjaman. Kemudian, lebih dari 40 persen dana hasil IPO untuk membayar utang, serta sisanya untuk belanja modal dan modal kerja.
NCKL dan entitas anak mengoperasikan dua proyek pertambangan nikel lateritaktif, yang pertama, seluas 4.247 hektare di Kawasi yang dioperasikan oleh NCKL dan 1.277 hektar di Loji yang dioperasikan oleh entitas anak, PT Gane Permai Sentosa, yang keduanya terletak di Pulau Obi, Provinsi Maluku Utara. Dengan demikian, total luas kawasan pertambangan perseroan sekitar 5.524 hektar.
Selain itu, hingga saat ini, entitas anak memiliki dua prospek pertambangan nikel yaitu PT Obi Anugerah Mineral seluas 1.775 hektar dan PT Jikodolong Megah Pertiwi dengan luas 1.885 hektar, yang keduanya juga berlokasi di Pulau Obi.
Per 30 November 2023, NCKL mencatatkan pendapatan yang tidak diaudit dari kontrak dengan pelanggan mencapai Rp9,04 triliun selama periode Januari hingga November 2022. Pencapaian tersebut naik 17,40 persen year on year (yoy) dibandingkan pendapatan NCKL pada periode yang sama tahun 2021 sebesar Rp7,70 triliun.
Pada aksi korporasi ini, NCKL menunjuk PT BNP Paribas Sekuritas Indonesia, PT Citigroup Sekuritas Indonesia, PT Credit Suisse Sekuritas Indonesia, dan PT Mandiri Sekuritas sebagai Penjamin Pelaksana Emisi Efek. Untuk Penjamin Emisi Efek dipercayakan kepada PT UOB KayHian Sekuritas, PT OCBC Sekuritas Indonesia dan, PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia.