SIGERMEDIA.COM – Perum Bulog Kantor Cabang Madiun, Jawa Timur, melakukan gerakan cepat untuk menekan laju kenaikan harga beras di pasaran dengan menggelontorkan 2.300 ton cadangan beras pemerintah (CBP) melalui Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Beras medium tersebut didistribusikan di wilayah kerjanya meliputi Kota Madiun, Kabupaten Madiun dan Ngawi dengan harga eceran tertinggi (HET) Rp9.450 per kilogram.
Pemimpin Cabang Perum Bulog Madiun Ferdian Darma Atmaja mengatakan ribuan ton beras jenis medium tersebut didistribusikan di wilayah kerjanya meliputi Kota Madiun, Kabupaten Madiun dan Ngawi dengan harga eceran tertinggi (HET), yakni Rp9.450 per kilogram.
Selain itu, beras medium tersebut juga digelontorkan melalui kegiatan operasi pasar yang digelar bekerja sama dengan dinas perdagangan pemda setempat.
Operasi pasar dan program SPHP tersebut dilakukan oleh Bulog seiring harga beras di pasaran yang mencapai Rp12.000 hingga Rp12.500 per kilogram, sementara harga eceran tertinggi (HET) beras medium, yakni Rp9.450 per kilogram.
Operasi pasar guna menekan harga beras lewat program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan tersebut, akan terus dilakukan hingga harga beras di pasaran kembali stabil.
Ferdian meminta masyarakat tidak terlalu khawatir karena Perum Bulog Kantor Cabang Madiun menjamin ketersediaan beras di masyarakat dengan harga terjangkau meskipun saat ini di pasaran mengalami kenaikan harga.
Ia juga memastikan bahwa ketersediaan cadangan beras pemerintah (CBP) yang dimiliki oleh Bulog Kantor Cabang Madiun masih sangat mencukupi.
Gerakan cepat ini dilakukan oleh Perum Bulog Kantor Cabang Madiun untuk menjaga ketersediaan beras di masyarakat dengan harga terjangkau serta menjaga stabilitas harga beras di pasaran.
Dengan gerakan cepat ini diharapkan masyarakat dapat terbebas dari khawatir akan kenaikan harga beras.