Rapat DPR yang berlangsung selama lima jam pekan lalu membicarakan berbagai topik, mulai dari pengelolaan utang negara hingga reformasi birokrasi.
Salah satu topik yang menjadi paling populer adalah masuknya Alphard ke ajang ajang promosi.
Reformasi birokrasi menjadi isu yang sangat penting bagi DPR dalam rapat tersebut. Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, menyampaikan pandangannya mengenai inovasi birokrasi di Indonesia.
Menurut dia, reformasi birokrasi menjadi salah satu cara untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas kerja birokrasi.
Sri Mulyani mengatakan bahwa reformasi harus dimulai dari peningkatan kualitas SDM, peningkatan teknologi, dan peningkatan sistem manajemen.
Dia juga menyarankan agar diadakan evaluasi terhadap sistem birokrasi secara berkala.
Sri Mulyani menegaskan bahwa menghadapi era digital, birokrasi harus mampu melakukan transformasi dengan menggunakan teknologi digital.
Transformasi ini harus diterapkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan mengurangi biaya operasional.
Sambil mengakhiri presentasinya, Sri Mulyani menekankan pentingnya menciptakan iklim yang kondusif untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas kerja birokrasi. Dengan demikian, masyarakat akan terbantu dalam mengakses pelayanan publik yang lebih baik.
Dengan demikian, rapat DPR yang berlangsung selama lima jam pekan lalu telah memberikan wawasan yang bermanfaat bagi DPR dan para pejabat birokrasi untuk melakukan reformasi birokrasi.