Ombudsman: Harga Gabah Turun Bukan Disebabkan Impor Beras

Jaga Ketersediaan Beras, Pemerintah Akan Impor Beras 1 Juta Ton
Jaga Ketersediaan Beras, Pemerintah Akan Impor Beras 1 Juta Ton

SIGERMEDIA.COM – Tren penurunan harga gabah petani saat ini bukan karena isu impor beras menurut Ombudsman RI, tetapi akibat pola musiman di mana harga akan tertekan saat masa panen.

Baca Juga : Ini Cara Mendapatkan Sertifikat Halal Gratis bagi UMKM

Yeka Hendra Fatika, Anggota Ombudsman RI, mengatakan, saat panen raya suplai gabah akan melimpah melampaui permintaan, sehingga menyebabkan harga gabah menurun.

“Jadi ketika musim panen raya, tanpa ada keputusan impor harga gabah pasti turun,” ujarnya dalam konferensi pers virtual, Rabu (24/3).

Baca Juga : Kemenkop dan UKM akan Gratiskan Sertifikasi Halal hingga Izin Edar BPOM

Pada tahun ini diproyeksikan produksi padi akan meningkat dari tahun lalu, sehingga pasokannya dipastikan semakin melimpah.

Potensi produksi padi sepanjang Januari-April 2021 mencapai 25,37 juta ton gabah kering giling (GKG), naik 26,88 persen atau 5,37 juta ton GKG dari periode sama di 2020 sebesar 19,99 juta ton GKG menurut data Badan Pusat Statistik (BPS).

Baca Juga : Utang Sebesar 10 Ribu T Akan Diwariskan di Akhir Jabatan Jokowi

“Bila dikonversikan, protensi produksi beras sepanjang Januari-April 2021 mencapai 14,54 juta ton, naik 26,84 persen atau 3,08 juta ton dari periode sama di tahun lalu yang sebesar 11,46 juta ton,” katanya.

Ia menambahkan, “Apalagi ditambah tahun ini kata BPS produksinya diperkirakan meningkat. Jadi penekanan terhadap penurunan harga semakin kuat,” ujarnya.

Baca Juga : Bupati Lampung Tengah Tetapkan Harga Singkong Rp 900/Kg

Ia pun membandingkan pergerakkan harga gabah sebelum adanya isu impor beras. Pada Januari 2020 harga gabah di level Rp 5.273 per kilogram dan Februari 2020 sebesar Rp 5.176 per kilogram.

“Tetapi pada Januari 2021 harga gabah menjadi Rp 4.900 per kilogram dan pada Februari 2021 sebesar Rp 4.758 per kilogram. Angka ini menunjukkan tren penurunan harga gabah sudah terjadi sebelum adanya rencana impor,” jelasnya.

“Dibanding harga tahun lalu, harga gabah di tahun ini turun, padahal Januari-Februari belum ada isu impor,” imbuh Yeka.

Kontributor – Khoirrotun Nissa
Editor – Devi Ari L

Temukan Artikel Viral kami di Google News