Pengertian Apa Itu Tapering

Pengertian Apa Itu Tapering
Pengertian Apa Itu Tapering

SIGERMEDIA.COMPengertian Apa itu Tapering. Istilah Tapering off dalam dunia ekonomi ataupun saham tentu lebih mengarah ke suatu langkah strategi yang dibuat dengan mengacu terhadap situasi ekonomi baik itu suku bunga, pertumbuhan ekonomi serta para pelakunya (investor) yang bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Tapering of merupakan salah satu langkah pengetatan kebijakan moneter yang saat ini tengah diterpkan oleh The Fed untuk pengurangan gradual bank sentral untuk memacu pertumbuhan ekonomi.

Kapan Tapering dilakukan?

Strategi Tapering dilakukan jika dirasa situasi ekonomi sudah membaik dan tidak lagi memerlukan stimulus dalam rangkaian kegiatannya.

Biasanya Kebijakan Tapering lebih difokuskan terhadap suku bunga acuan yang berkaitan erat dengan Rate acuan di masa depan.

Tapering ini dilakukan setelah sebelumnya bank sentral melakukan penurunan suku bunga untuk mengantisipasi perekonomian ke depan. Setelahnya, bank sentral akan melakukan ‘pencetakan uang’ dengan membeli US treasury hingga mencapai US$ 120 miliar per bulannya.

Lalu, seiring dengan terjadinya pemulihan ekonomi maka bank sentral akan mulai mengurangi pembelian surat utang. Inilah yang disebut taper tantrum. Jadi sudah mulai kebayang kan apa itu tapering? Kemudian apa dampaknya?

Apabila hal tersebut terjadi, maka aliran modal dari AS akan keluar dari negara emerging market dan kembali ke AS. Artinya tapering off atau pengurangan stimulus tersebut dapat membuat aliran modal keluar dari Indonesia. Hal ini tentu dapat memicu gejolak pasar keuangan.

Nah, kondisi ini akan membuat investor asing ramai-ramai cabut dari pasar keuangan negara emerging market, seperti Indonesia, kembali ke Negeri Paman Sam karena dianggap lebih menarik.

Indonesia tentu bisa repot kalau itu terjadi, karena pasar keuangan Indonesia masih bergantung pada investor asing meski saat ini porsi kepemilikan asing di pasar modal dan SBN semakin menciut.

Dengan kata lain, sudah didominasi investor domestik sehingga pasar keuangan Indonesia tak goyang-goyang amat bila sewaktu-waktu dana asing kabur (capital outflow). Kalau dana asing kabur, dolar AS juga bisa jadi makin tinggi harganya, rupiah bakal melemah.

 

Temukan Artikel Viral kami di Google News