Di sisi lain, buah impor sering dipanen sebelum benar-benar matang untuk mempertahankan daya tahannya selama proses distribusi.
Oleh karena itu, bagi Anda yang mengutamakan aspek nutrisi dan kualitas, memilih pisang lokal bisa menjadi pilihan yang lebih baik.
Secara keseluruhan, pemilihan antara pisang Ambon dan pisang Cavendish sebenarnya adalah masalah selera. Jika Anda menginginkan pisang yang lebih manis, maka pisang Ambon adalah pilihan yang tepat.
Namun, jika Anda tidak terlalu mempermasalahkan tingkat kemanisan dan lebih memperhatikan aspek nutrisi dan kualitas, pisang Cavendish yang diimpor bisa menjadi alternatif yang baik.
Sebagai konsumen yang bijaksana, penting untuk selalu mempertimbangkan informasi mengenai produk makanan yang akan kita konsumsi.
Dengan memahami perbedaan antara pisang Ambon dan pisang Cavendish, Anda dapat membuat pilihan yang tepat sesuai dengan kebutuhan dan preferensi pribadi.
Ingatlah bahwa kedua jenis pisang ini memiliki manfaat gizi yang berharga, dan yang terbaik adalah menikmati keduanya sebagai bagian dari pola makan yang seimbang dan sehat.
Perbedaan Pisang Ambon dan Pisang Cavendis

Kematangan saat Dipanen:
– Pisang Ambon: Umumnya, pisang Ambon yang beredar di pasaran sudah dalam kondisi matang pohon. Hal ini membuatnya memiliki rasa yang lebih manis karena kandungan gulanya sudah mencapai tingkat tertinggi.
– Pisang Cavendish: Pisang ini biasanya dipetik saat masih setengah matang sebelum diimpor ke dalam negeri. Oleh karena itu, rasa manisnya tidak seintens pisang Ambon karena kandungan gulanya belum sepenuhnya berkembang.
Cita Rasa dan Aroma:
– Pisang Ambon: Memiliki cita rasa yang manis dan aroma yang khas, yang sering dianggap lebih lezat oleh sebagian orang.
– Pisang Cavendish: Cita rasanya cenderung lebih netral daripada pisang Ambon, dan aromanya pun lebih ringan.